Kiat Membentuk Band

KELAK, KALAU anak-anak kita, adik, keponakan atau saudara kita ditanya apa cita-citanya, jawaban ‘Jadi Anak Band!’ mungkin akan makin jamak. Kini, ngeband menjadi banyak incaran anak muda dengan banyak harapan. Tentu saja mayoritas adalah ingin ngetop dan berkelimpahan secara materi.

 

Nggak salah kok. Toh banyak hal bisa dilakukan ketika ngeband kemudian dijadikan profesi dan berhasil. Sayangnya, banyak yang membentuk band, membuat lagu, dan berkarya asal-asalan, tidak punya ciri dan cenderung mengekor yang sudah ada. Dengan alasan trend yang sedang berkibar, alasan sebenarnya adalah “ketakutan” tidak diterima oleh industri, lama ngetop dan gagal jadi anak band.

 

Ketakutan yang wajar saja sebenarnya. Secara psikologis, rasa percaya diri itu perlu dipupuk dari awal ngebentuk band. Tapi jangan berlebihan, karena ketika gagal, nanti bisa seperti caleg yang gagal, stress atau gila malah.

 

Ada beberapa kiat untuk membentuk band. Tak melulu karena kesamaan visi dan punya skill yang mumpuni. Tapi juga ikatan emosi yang bisa ketemu dengan personil lainnya. Kiat-kiat ini bukan semata karangan penulis, tapi lebih kepada intisari atau benang merah dari banyak band yang berhasil diwawancara. Tak semua berhasil jadi band besar, karena tidak sedikit yang bubar dan hilang sama sekali. Tapi tak kurang yang sampai sekarang menjadi most request karena lagunya [dan band-nya sendiri] disukai banyak orang.

 

Yang paling perlu diperhatikan dalam membentuk band adalah:

 

1. Visi & Mimpi Untuk Sukses
Dia boleh hebat bermusik, dia boleh jago bikin lagu, dia juga boleh tanpa tandingan ketika nyanyi, tapi tanpa visi dan mimpi yang jelas, itu semua omong kosong. Personil band harus punya visi yang sama. Saya ingin meminjam lirik Laskar Pelangi-nya Nidji, ‘mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia’.

 

Menyatukan visi bermusik sebuah band itu perlu untuk menjaga keutuhan sebuah band. Perbedaan visi bermusik antar anggota bisa membuat sebuah band akhirnya bubar atau anggotanya mengundurkan diri. Hal ini disebabkan setiap anggota punya visinya sendiri tentang musik yang ingin dimainkannya, baik sekarang maupun di kemudian hari. Maka tiap anggota band perlu saling mengetahui dan menerima visi bermusik anggota lainnya ini serta saling menyesuaikan.

 

2. Punya Conecting & Chemistry Antar Personil
Kadang-kadang ketika membuat band, banyak yang merasa tak menemukan koneksi antar personil. Koneksi itu dalam bentuk komunikasi personal, emosi lagu yang dibuat, dan feel ketika membuat aransemen. Kekompakan itu penting, tapi komunikasi dalam hal apapun, menjadi lebih penting. Banyak band yang bubar atau ditinggalkan personilnya karena perasaan yang tidak enak, dipendam dan akhirnya “meledak” menjadi emosi tak terkontrol yang meruntuhkan kebersamaan band itu.

 

3. Kesatuan Hati.
Disini maksudnya agar anggota band saling akrab satu sama lain, sehingga terjadi keterpautan emosi antar anggota. Keterpautan ini memudahkan permainan musik yang padu. Caranya misalnya nonton bareng, nangis bareng, ketawa bareng, diskusi bareng, dsb. Tampaknya remeh, tapi percayalah sisi emosi seperti ini membantu kesehatian antar personil. Ini akan memberi efek saling memiliki dan saling melengkapi.

 

4. Mencintai Musik[nya]
Mencintai musiknya, menjadi hal yang sangat krusial ketika membentuk band. Banyak band yang berkibar sekarang, lahir dari pengaruh musical yang beragam. Ada personil yang suka rock, pop, jazz atau mungkin dangdut. Tidak masalah selama mereka sepakat dan sehati mencintai musik yang mereka sepakati untuk mainkan. Kalau main pop, cintailah pop. Kalau main rock, cintailah rock. Sense of Belonging itu akan membantu menikmati musik yang mereka mainkan. Enjoy.

One thought on “Kiat Membentuk Band

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s